Foo, si peri cahaya, mengumpulkan semua anggota keluarga Kim (Jonghee bersikeras bahwa mereka anggota keluarga, bukan peliharaan). Di halaman belakang asrama, di samping Guard Sunrise. Bahkan, Will sampai dikeluarkan dari kamarnya. Padahal wujudnya hampir mengalahkan lemari pakaian.
"Ini gawat! Benar-benar gawat! Nggak bisa ditolerir lagi!" sayap transparsn mengepak cepat di punggung. Foo terbang mondar-mandir selayaknya orang yang menunggu lahiran.
Will, si Griffin, melenguh di naungi rindang dedaunan Mother of Plantae. Gil, si bocah emas, memerhatikan dengan seksama gerakan peri yang menjadi sulung di antara anggota Kim. Sedang Kkamjong, anjing siberian husky yang nyaris berumur, mendeking saat Alvina, si kucing persia, menggosok-gosokkan kepala ke lehernya.
Tak ada satupun dari anggota keluarga Kim yang dapat berbicara (juga normal, sepertinya) kecuali Foo. Biarpun begitu, Foo tetap mengumpulkan mereka. Entah mereka mengerti atau tidak.
"Gara-gara Dia, kita jadi diabaikan. Jonghee tidak pernah memerhatikan kita lagi. Kita sudah dibuang!" Seru Foo berapi-api.