Ini, yang Salah Siapa?

Kala membuka mata, Karna mendapati Diana tengah menunduk ke arahnya.

"Pules amat, pak," katanya diiringi sebuah kekehan.

Karna tersenyum. Tawa Diane sudah seperti obat untuk segala penyakit. Termasuk lelah, juga lara.

Aku, Kamu, dan Layang-layang

“Yan, apa sih yang bikin lo suka banget sama layang-layang?” Karna menatap heran perempuan yang resmi jadi pacarnya selama satu bulan terakhir.

Kegiatan rutin mingguan keduanya, menghabiskan sabtu sore di bukit yang tidak jauh dari rumah Diana Arata, atau lebih akrab dengan sapaan Dian. Kalau tidak menikmati semilir angin, Karna bakal petik gitar ditemani suara manis Dian.

Tumbenan, hari ini Dian ke pingin main layangan. Gadis itu sampai memaksa Karna untuk membelikannya sebuah layangan beserta benangnya. Untuk menyenangkan hati sang kekasih, Karna memilihkan layangan hias dengan ekor panjang berwarna –warni.

Andai Kamu Tahu

Kapan terakhir kali kita bertegur sapa?

Aku rasa sudah sangat lama sejak kali terakhir kamu menghubungiku. Atau memang salahku? Yang tak peduli sekitar, dan lebih mengutamakan yang kuanggap penting.

Aku tahu, aku seegois itu.

Maaf.

Wejangan Willis

“Sepertinya kemarin aku dengar ada yang berkoar-koar jadi penulis.” Willis bertanya setengah berseru di ruang tengah. Yang merupakan gayanya sendiri.

Objek yang menyita atensi Willis sibuk tiduran di sofa dengan ponsel di tangan. Posisinya horizontal. Curiga pemegang ponsel sedang main game. Pura-pura tidak mendengar suara partner rumahnya.

The Last Word

“Cih, mengganggu saja!”

Tiga hari sejak kembalinya mereka ke dunia nyata, Jonghee memutuskan pergi ke Lotte World. Selain menepati janji pada Gil, perempuan itu merasa butuh sedikit hiburan setelah banyaknya guncangan menerpa.

Belum ada setengah hari keduanya berada di sana, Jonghee dikejutkan dengan kemunculan Sehoon yang tiba-tiba. Ada raut bahagia di wajah laki-laki itu. Juga sedih. Dan khawatir.

Keluh Kesah Nge-Gacha

Setelah jejeren fiksi saya buat, bolehlah sedikit curhat. Kebetulan sedang mumet nulis serius juga (makanya, jangan dibiasakan rapel bu).

Saya mau cerita (sekalian promo) game online yang sedang saya tekuni sebulan ini. Singkatannya FGO, Fate Grand Order.

And Then, What?

Mash berlari tergesa. Mengabaikan pejalan kaki lain yang tidak sengaja dia tabrak. Dia harus segera sampai ditujuan. Menyampaikan kabar menggembirakan.

Peringatan security di lobi tak Mash indahkan. Ada hal penting lain yang harus dituntaskan.

Jiyeon tersentak kala meja digebrak. Mendongak, gadis itu mendapati Mash dengan peluh membanjir di wajah juga napas terengah. Jiyeon menunggu tanya.

"Tuan Kim. Penting!" kata Mash terpatah-patah.

Asperger, OCD, dan Arsitektur

Judul : Garis Lurus Penulis : Arnozaha Win Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : 2019 Halaman : 296 halaman Blurb: Tidak banya...