Sudah sejak lama Jonghee tidak berlatih. Kesehariannya dia habiskan dengan bermalas-malasan atau mengunjungi FloShop kalau sedang ingin. Kelimpunganlah Kim Jonghee saat fighter power melawan Kou Sosuke. Pemuda yang jelas dibawah levelnya, namun punya seribu cara buat menumbangkan siapa saja. Termasuk dirinya, Kim Jonghee.
"Ada apa Jonghee-san? Padahal pukulan saya belum cukup kuat, loh," pungkas Kou Sosuke yang berdiri pongah di hadapan Jonghee.
Review Suka-suka: Fate Aphocrypa
Karena harus mengejar ketertinggalan hutang postingan yang kurang, saya mau curhat aja. Fiksinya belakangan, hehe. Nggak curhat juga sih, ada info yang mudah-mudahan bermanfaat.
Oke, kali ini saya mau kasih ulasan versi saya--soalnya nggak berstruktur sama sekali alias suka-suka, wkwk.
Yang mau saya ulas, dararam, anime Fate Series, Fate Aphocrypa.
Oke, kali ini saya mau kasih ulasan versi saya--soalnya nggak berstruktur sama sekali alias suka-suka, wkwk.
Yang mau saya ulas, dararam, anime Fate Series, Fate Aphocrypa.
Masa Depan
Karna masih tidak percaya pada sosok yang terpantul di cermin. Dia begitu tampan, begitu menawan. Bukan sosok dekil yang selama ini dikenalnya.
Bukan dia saja. Jailani juga Sekar memandanginya sambil menganga tidak percaya.
Ah, bisa terlambat dia kalau terus mempertanyakan diri sendiri. Memecah keheningan, Karna berdeham. Tampak melonggarkan dasi yang melingkar di leher.
Bukan dia saja. Jailani juga Sekar memandanginya sambil menganga tidak percaya.
Ah, bisa terlambat dia kalau terus mempertanyakan diri sendiri. Memecah keheningan, Karna berdeham. Tampak melonggarkan dasi yang melingkar di leher.
Boomiya
Perjumpaan bukan sebuah awal.
Berakhir bukan berarti berpisah.
Pertemuan kita ... adalah sesuatu yang akan selalu kukenang.
Meski, akhir dari perjalanan kita, tak begitu indah untuk diingat.
***
Di bawah rintik hujan kita dipertemukan. Dengan gigil menggrogot tubuh, aku berjalan terseok menggapai tempat berteduh. Setidaknya, aku terhindar dari derasnya hujan yang mengguyur.
Berakhir bukan berarti berpisah.
Pertemuan kita ... adalah sesuatu yang akan selalu kukenang.
Meski, akhir dari perjalanan kita, tak begitu indah untuk diingat.
***
Di bawah rintik hujan kita dipertemukan. Dengan gigil menggrogot tubuh, aku berjalan terseok menggapai tempat berteduh. Setidaknya, aku terhindar dari derasnya hujan yang mengguyur.
Keluarga?
Kadang, Karna berpikir, kenapa tidak sejak dulu dia mengakhiri hidup.
Motivasi apa yang membuatnya bertahan hingga sekarang.
Semasa kuliah dulu juga begitu. Buat apa dia susah-susah cari uang? Buat titel yang tidak terpakai sekarang? Atau membanggakan orang lain? Tapi siapa?
Motivasi apa yang membuatnya bertahan hingga sekarang.
Semasa kuliah dulu juga begitu. Buat apa dia susah-susah cari uang? Buat titel yang tidak terpakai sekarang? Atau membanggakan orang lain? Tapi siapa?
Sekar
Namanya Sekar. Itu yang diketahui Karna, Madea juga Jailani setelah gadis tersebut berpakaian rapi. Dengan rambut dikucir, hasil karya Madea, Sekar berkata dengan terbata. Tahulah semua orang jika Sekar tidak bisa berbicara.
Gadis tersebut terus menunduk. Tidak ingin melihat tatapan merendahkan dari orang-orang di sekelilingnya. Dia terlalu takut. Takut dengan beragam reaksi yang sudah sering diterimanya.
Gadis tersebut terus menunduk. Tidak ingin melihat tatapan merendahkan dari orang-orang di sekelilingnya. Dia terlalu takut. Takut dengan beragam reaksi yang sudah sering diterimanya.
Ngawur
"Ada apa?"
"Tidak ada."
"Terus kenapa merokok?"
"Sedang ingin saja."
"Aneh."
"Selingan itu perlu."
"Masalah juga perlu."
"Tidak ada."
"Terus kenapa merokok?"
"Sedang ingin saja."
"Aneh."
"Selingan itu perlu."
"Masalah juga perlu."
Langganan:
Postingan (Atom)
Asperger, OCD, dan Arsitektur
Judul : Garis Lurus Penulis : Arnozaha Win Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : 2019 Halaman : 296 halaman Blurb: Tidak banya...
-
Kailyn tersentak karena sang kakak membuka pintu kamarnya dengan tidak berperikepintuan. Dibuka paksa lalu dibanting seenak jidat. “Kamu i...
-
Dalam rangka memenuhi tugas RCO 9, dengan setengah hati saya membuat puisi berikut. Kok setengah hati? Karena saya tidak pandai berekspresi ...
-
Setelah jejeren fiksi saya buat, bolehlah sedikit curhat. Kebetulan sedang mumet nulis serius juga (makanya, jangan dibiasakan rapel bu). ...