Gadis Asing

Mungkin, kalau Jay tidak datang, Karna bakal terbaring di rumah sakit dengan segenap luka memar di sekujur tubuh.

Mungkin, kalau Karna tidak ikut campur, dia tidak akan mendapat sedemikian banyak luka.
Tapi Karna adalah Karna.

Saat bibir berucap A, tak ada yang bisa menentangnya.

Madea dan Jalanan Malam Jakarta

Karna selalu menghindari berhubungan badan. Padahal, hal tersebut mutlak dalam pekerjaannya. Biasanya dia akan mencari-cari alasan, yang persentasinya nyaris mendekati nol. Karena, untuk itulah tante-tante kaya raya membayarnya. Dipuaskan secara jasmani juga rohani.

Keesokan paginya, Karna bakal muntah hebat. Tak ada makanan yang mau di cerna perutnya. Segala yang masuk, akan segera keluar saat itu juga. Maka, dalam satu tahun pertama Karna menjalani pekerjaanya, berat badannya turun drastis. Setelah punya cukup tabungan, Karna memutuskan untuk mengurangi frekuensi pekerjaannya.

Konsistensi Nge-ODOP

Alah bisa karena biasa.

Sehebat apapun diksi yang dikuasai atau sekeren apapun ide yang dimiliki, jika tidak konsisten, semua hanya sia-sia belaka. Maka ODOP hadir sebagai jawaban.

One Day One Post yang diprakarsai oleh Bang Syaiha bertahan hingga memiliki lima angkatan. Wadah para calon penulis yang mau konsisten menolehkan tinta setiap hari. Seperti namanya, One Day One Post atau ODOP mewajibkan pesertanya untuk sekedar menuangkan apa yang dia rasakan dalam bentuk tulisan. Bisa fiksi juga nonfiksi. ODOP tidak membatasi.

Kamu Tidak Sekecil Itu


Sejatinya, apa yang kita lihat belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya.

Memperbincangkan K-Pop seperti tidak ada habisnya. Meski tidak sebooming empat tahun lalu, namun eksistensinya masih bertahan sampai sekarang. Bahkan pemerintah menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan asal negeri gingseng sana sebagai dampaknya, loh.

Tapi tentu saja, dampak yang paling terlihat ada pada muda-mudi kita yang memuja oppa-oppa tampan asal Seoul, Korea Selatan. Tidak sedikit yang terang-terangan menunjukkan dirinya sebagai K-popers (sebutan untuk fans K-Pop), banyak juga yang diam-diam saja. Tidak sedikit juga masyarakat yang memandang mereka sebagai sosok anak alay atau berlebihan, banyak juga yang mencap mereka sebagai muda-mudi yang tidak cinta bangsa sendiri. Bagi saya, banyak hal positif menjadi seorang K-popers yang tidak diketahui banyak orang.

Kreatifitas seorang K-popers patut diacungi jempol. Mulai dari video lirik, blog cantik, sampai fanfiction atau fiksi penggemar.

Kesayangan: Karna



Nama: Karna Wijaya Dinata

Lahir: 20 Juni

Gender: Laki-laki

Tinggi: 172 cm

Berat: 56 kg

Golongan Darah: A

Deskripsi fisik:

Karna mengalami penurunan drastis berat badan selama menjalani pekerjaan barunya sebagai gigolo. Memiliki rambut panjang sampai menutupi telinga. Wajah mengantuk dengan lingkaran hitam di bawah kedua matanya.


Yang Diharapkan ...

Rasanya, Arjuna ingin sekali membunuh kakaknya saat itu juga. Pemuda tersebut berhasil menemukan Karna, di kawasan terpencil Jakarta. Setelah melewati banyak gang kecil, tatapan dari orang-orang sekitar yang mengawalnya hingga ke depan kontrakan sang kakak, Arjuna mendapati Karna tengah terlelap setengah telanjang bersama seseorang.

Karna terlihat tak terkejut saat Arjuna mendobrak paksa. Dia menggeliat, melirik sekilas kemudian duduk bersandar.

Feeling Better

Tubuh terhempas Jonghee menghantam pohon besar tak jauh dari tempatnya terlempar. Habis jatuh tertimpa tangga pula. Punggung remuk, wajah juga. Habis menghantam pohon wajahnya mencium tanah.

"Kalau kelamaan istirahat bisa bahaya loh," sambil berkata demikian, Gilgamesh datang bersama senjata melayang di sekitar. Siap menghajar Jonghee sampai jadi bubur kalau perlu.

Asperger, OCD, dan Arsitektur

Judul : Garis Lurus Penulis : Arnozaha Win Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : 2019 Halaman : 296 halaman Blurb: Tidak banya...